Siapa sangka, banyak sekali kalangan yang belum tahu tentang beda antara seni modern dan seni kontemporer. Keduanya sering kali dianggap sama karena menghadirkan karya yang unik, kreatif, dan berbeda dari seni tradisional.
Jika ditelusuri lebih lanjut, keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Anda perlu menyimak tujuh hal yang membedakan seni modern dan kontemporer di bawah supaya tidak keliru.

Daftar Isi
Beda Seni Modern dan Seni Kontemporer yang Sering Tertukar
Perbedaan utama antara seni modern dan seni kontemporer tampak pada beberapa aspek berikut. Mulai dari periode kemunculan sampai dengan gagasan yang disampaikan oleh seniman.
1. Definisinya
Seni modern dan kontemporer punya definisi yang cukup berbeda. Seni modern merujuk pada karya yang berkembang ketika seniman mulai meninggalkan aturan seni tradisional. Seniman cenderung mengeksplorasi pendekatan baru dalam berkarya.
Sementara itu, seni kontemporer adalah seni yang berkembang pada masa kini. Punya kaitan erat dengan kehidupan masyarakat modern. Karya-karyanya sering mengangkat pengalaman sehari-hari, perubahan sosial, teknologi, hingga persoalan lingkungan.
Seni modern menandai perubahan besar dalam cara seniman menciptakan karya, sedangkan seni kontemporer mencerminkan pemikiran dan persoalan yang berkembang pada zamannya. Perbedaan ini menjadi dasar untuk memahami karakter masing-masing aliran.
2. Periode dan Perkembangan Zaman
Perbedaan seni modern dan seni kontemporer selanjutnya berhubungan dengan periode perkembangannya. Seni modern umumnya berkembang sejak akhir abad ke-19 hingga sekitar pertengahan abad ke-20. Pada masa ini, berbagai gerakan seni mulai bermunculan.
Perkembangan seni kontemporer justru terpengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi digital, serta perubahan sosial dan budaya. Bermula dari akhir abad ke-20 dan terus berlangsung hingga sekarang.
Batas waktunya dapat berbeda menurut sumber dan konteks seni. Namun, periode kemunculannya bisa membantu Anda mengenali karakter seni modern dan kontemporer dengan mudah.
3. Tujuan dan Gagasan Berkarya
Beda antara seni kontemporer dan seni modern juga terlihat dari tujuan berkarya dan gagasan yang ingin disampaikan oleh senimannya. Seni modern banyak mengeksplorasi cara baru dalam merepresentasikan kenyataan, bentuk, warna, dan emosi.
Seni kontemporer memiliki cakupan gagasan yang lebih beragam. Karya kontemporer dapat berfungsi sebagai sarana kritik sosial, refleksi budaya, penyampaian pengalaman personal, atau ajakan untuk melihat suatu persoalan.
Singkatnya, seni modern banyak menonjolkan pembaruan bahasa visual. Di sisi lainnya seni kontemporer justru lebih sering menggunakan seni sebagai ruang dialog dan penyampaian gagasan.
4. Gaya, Teknik, dan Media yang Terpakai
Karya seni modern dan kontemporer punya pendekatan visual yang beragam. Seni modern ditandai munculnya gaya impresionisme, ekspresionisme, kubisme, dan surealisme. Seniman mulai mengeksplorasi bentuk dan perspektif untuk menghasilkan cara pandang baru.
Dalam seni kontemporer, pilihan teknik dan media semakin luas. Seniman bisa menggunakan lukisan, patung, fotografi, video, instalasi, pertunjukan, hingga teknologi digital. Benda sehari-hari dan material daur ulang juga boleh diolah menjadi karya yang bermakna.
5. Kebebasan Berekspresi dan Eksplorasi Ide
Seni modern membuka ruang kebebasan berekspresi dengan menantang aturan akademis dan tradisi lama. Seniman mulai bereksperimen dengan bentuk abstrak, warna ekspresif, serta perspektif yang berbeda dari penggambaran realistis.
Sementara, seni kontemporer dan contohnya sering kali memperlihatkan kebebasan seniman dalam menghasilkan karya. Bentuk, media, dan cara menyampaikan pesan bisa dipilih secara bebas.
6. Tema dan Isu yang Terangkat
Tema seni modern banyak berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia. Hal ini terjadi akibat industrialisasi, perkembangan kota, serta perubahan cara memandang realitas. Penyampaiannya kerap menggunakan gaya visual yang khas.
Sedikit berbeda, seni kontemporer lebih sering merespons isu yang dekat dengan kehidupan masa kini. Contohnya tentang krisis lingkungan, identitas, ketimpangan sosial, politik, budaya populer, dan perkembangan teknologi.
7. Contoh Karyanya
Anda dapat menemui contoh seni rupa modern dan seni rupa kontemporer dengan mudah. Banyak karya-karya seni yang populer dan menarik untuk Anda amati secara lebih mendalam.
Salah satu contoh seni modern adalah The Starry Night karya Vincent van Gogh. Karya seni ini terkenal dengan sapuan kuas ekspresif dan pengolahan warna yang kuat. Kepopulerannya tetap bertahan hingga sekarang.
Sementara itu, seni kontemporer dapat terlihat melalui karya instalasi, seni video, dan karya berbasis partisipasi. Misalnya The Weather Project karya Olafur Eliasson. Sebuah instalasi di Tate Modern yang menghadirkan pengalaman menyerupai matahari dalam ruangan.




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai percakapan.